Sayap Kecil
Garuda adalah sebuah film yang diangkat kelayar lebar dari
salah satu pemenang Lomba Penulisan Skenario Terbaik yang diselenggarakan oleh
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia di tahun 2011.
diangkat dari sebuah ide sederhana bergenre anak-anak, film ini disutradai oleh
Aditya Gumay dan diproduksi oleh Brajamusti Film, Smaradana Pro. Dengan durasi
92 menit, film ini menawarkan motivasi dan keinginan kuat seorang anak.
Film ini mengajarkan kepada penonton untuk
tidak melupakan Pancasila. Khususnya anak-anak yang diterpa kemajuan jaman
sehingga kebanyakan yang lupa terhadap lambang dan butir-butir Pancasila. Film
ini menceritakan kisah seorang anak bernama Pulung
diperankan Rizky Black, ia duduk pada kelas 2 SMP yang juga menjadi sekolah
favorit di Cianjur oleh bantuan abah (Gatot Brajamusti). Dari kanak-kanak,
Pulung tinggal dengan kakeknya di rumah kecil reyot. Sang ayah telah lama
meninggal dan ibunda telah memilih meninggalkannya dan bekerja di Hongkong.
Pulung ini memanglah mempunyai masa lalu kelam, akan tetapi hal tersebut tak
lalu membuatnya menjadi berkecil hati, ia malah termasuk sosok paling digemari
teman sekolahnya.
Pulung
sulit sekali untuk bisa menghapal Pancasila dan makna lambangnya. Dia memang
memiliki daya ingat yang lemah, waktu SD pernah nggak naik kelas dan ketika
kelas 1 SMP juga nggak naik kelas. lemah, namun dalam kesehariannya selalu
mencerminkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Di sisi lain, ada
anak yang hafal Pancasila, tapi tidak teraplikasi dalam tindakannya.
Suatu ketika, Pulung diwawancara
media TV di depan sekolah, ia diberi pertanyaan tentang dasar negara
Indonesia yakni Pancasila. Pulung punlalu diminta menyebutkan urutan dari
Pancasila lengkap dengan arti lambang di dalamnya. Memalukan, Pulung tak
sanggup menjawab. Seluruh desa serta teman Pulung pun mencemoohnya habis-habisan,
lebih buruk, Pulung juga menerima teguran serta tugas kepala sekolah untuk
menghapalkan Pancasila. Dengan berbagai macam daya upaya, Pulung menghafalkan
Pancasila meski ia tahu ia memiliki kelemahan dalam hal menghafal. Apalagi ia
juga menjadi salah satu kndidat dalam pemilihan ketua OSIS di sekolahnya.
Walaupun demikian Pulung anak yang
baik, sepulang sekolah, Pulung rajin membantu Abahnya untuk mengumpulkan beras
perelek. Warga kampung mensedekahkan sebanyak 1 kaleng susu beras yang mereka
letakkan di depan rumah. Beras-beras itu mereka dikumpulkan seminggu 3 kali
lalu diserahkan ke Pak RT untuk kemudian dijual murah ke warga kampung yang
nggak mampu.
Daya ingat yang lemah nggak
menghalanginya untuk berprestasi. Ternyata Pulung sangat kuat dibidang visual.
Dia pintar menggambar, apalagi setelah diajari oleh Pak Zul warga yang baru
pindah ke kampung Pulung. Usaha Pulung nggak sia-sia, dia menjuarai lomba
gambar antar siswa se-Cianjur dan mendapatkan Piala serta sepeda dari lomba
gambar tersebut. Namun piala tersebut diberikan Pulung ke Maman, anaknya Pak
Zul yang juga suka menggambar tetapi matanya buta karena penyakit panas yang
pernah dideritanya.
Selain
menawarkan kisah yang menarik, film Sayap Kecil Garuda menyuguhkan pemandangan daerah
pengunungan Cianjur yang masih sangat asri. Selain itu, didalamnya juga
diselipkan beberapa tradisi Indonesia yang sangat kental salah satunya adalah
kegiatan mengumpulkan beras pleret yang sudah turun temurun berlangsung
didaerah Cianjur.








0 comments:
Posting Komentar