Selasa, 16 Desember 2014

Sayap Kecil Garuda



Sayap Kecil Garuda adalah sebuah film yang diangkat kelayar lebar dari salah satu pemenang Lomba Penulisan Skenario Terbaik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia di tahun 2011. diangkat dari sebuah ide sederhana bergenre anak-anak, film ini disutradai oleh Aditya Gumay dan diproduksi oleh Brajamusti Film, Smaradana Pro. Dengan durasi 92 menit, film ini menawarkan motivasi dan keinginan kuat seorang anak.
 Film ini mengajarkan kepada penonton untuk tidak melupakan Pancasila. Khususnya anak-anak yang diterpa kemajuan jaman sehingga kebanyakan yang lupa terhadap lambang dan butir-butir Pancasila. Film ini menceritakan kisah seorang anak bernama Pulung diperankan Rizky Black, ia duduk pada kelas 2 SMP yang juga menjadi sekolah favorit di Cianjur oleh bantuan abah (Gatot Brajamusti). Dari kanak-kanak, Pulung tinggal dengan kakeknya di rumah kecil reyot. Sang ayah telah lama meninggal dan ibunda telah memilih meninggalkannya dan bekerja di Hongkong. Pulung ini memanglah mempunyai masa lalu kelam, akan tetapi hal tersebut tak lalu membuatnya menjadi berkecil hati, ia malah termasuk sosok paling digemari teman sekolahnya.
Pulung sulit sekali untuk bisa menghapal Pancasila dan makna lambangnya. Dia memang memiliki daya ingat yang lemah, waktu SD pernah nggak naik kelas dan ketika kelas 1 SMP juga nggak naik kelas. lemah, namun dalam kesehariannya selalu mencerminkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Di sisi lain, ada anak yang hafal Pancasila, tapi tidak teraplikasi dalam tindakannya.
Suatu ketika, Pulung diwawancara media TV di depan sekolah, ia diberi pertanyaan tentang dasar  negara Indonesia yakni Pancasila. Pulung punlalu diminta menyebutkan urutan dari Pancasila lengkap dengan arti lambang di dalamnya. Memalukan, Pulung tak sanggup menjawab. Seluruh desa serta teman Pulung pun mencemoohnya habis-habisan, lebih buruk, Pulung juga menerima teguran serta tugas kepala sekolah untuk menghapalkan Pancasila. Dengan berbagai macam daya upaya, Pulung menghafalkan Pancasila meski ia tahu ia memiliki kelemahan dalam hal menghafal. Apalagi ia juga menjadi salah satu kndidat dalam pemilihan ketua OSIS di sekolahnya.
Walaupun demikian Pulung anak yang baik, sepulang sekolah, Pulung rajin membantu Abahnya untuk mengumpulkan beras perelek. Warga kampung mensedekahkan sebanyak 1 kaleng susu beras yang mereka letakkan di depan rumah. Beras-beras itu mereka dikumpulkan seminggu 3 kali lalu diserahkan ke Pak RT untuk kemudian dijual murah ke warga kampung yang nggak mampu.
Daya ingat yang lemah nggak menghalanginya untuk berprestasi. Ternyata Pulung sangat kuat dibidang visual. Dia pintar menggambar, apalagi setelah diajari oleh Pak Zul warga yang baru pindah ke kampung Pulung. Usaha Pulung nggak sia-sia, dia menjuarai lomba gambar antar siswa se-Cianjur dan mendapatkan Piala serta sepeda dari lomba gambar tersebut. Namun piala tersebut diberikan Pulung ke Maman, anaknya Pak Zul yang juga suka menggambar tetapi matanya buta karena penyakit panas yang pernah dideritanya.
Selain menawarkan kisah yang menarik, film Sayap Kecil Garuda menyuguhkan pemandangan daerah pengunungan Cianjur yang masih sangat asri. Selain itu, didalamnya juga diselipkan beberapa tradisi Indonesia yang sangat kental salah satunya adalah kegiatan mengumpulkan beras pleret yang sudah turun temurun berlangsung didaerah Cianjur. 

0 comments:

Posting Komentar