Departemen Jurnalistik Himpunan Mahasiswa Kimia UNY Periode 2014

Inspirasimu, Inspirasiku, Untuk HIMAKI, Kita Berkarya

Tampilkan postingan dengan label Profil Dosen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Dosen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 April 2014

Duo Srikandi Pembimbing HIMAKI 2014

Isti Yunita dan Dini Rohmawati

Hai sobat Al-Chemist, hayo ada yang sudah tahu belum siapa dosen pembimbing HIMAKI UNY 2014 yang baru ? Kenalan yuk bareng Bu Isti Yunita, M.Sc., dan Bu Dini Rohmawati, M.Sc. 

Beliau-beliau ini yang akan membimbing kita para pengurus dan anggota HIMAKI UNY 2014. Duo Srikandi ini bisa di bilang merupakan sosok yang ramah dan harmonis loh sobat, hal ini terlihat ketika kami mewawancarai mereka setelah temu perdana dan Rapat Besar HIMAKI tanggal 5 April 2014 untuk mengevaluasi kegiatan Chemistry and English Competition (CEC) bulan lalu dan mempersiapkan kegiatan Seminar Nasional Kimia 2014 yang akan datang. Mereka sangat berkesan bisa duduk bersama para generasi-generasi dan pemikir muda. Masing-masing dari beliau mengutarakan ini merupakan pengalaman pertama membimbing HIMAKI. "Ini memang pengalaman pertama kami sebagai pembimbing, mungkin ini sudah amanah dan kami juga ingin belajar memahami kalian.", ujar Bu Isti Yunita.

Mereka juga tak segan untuk meminta wejangan dari dosen-dosen pembimbing HIMAKI tahun-tahun sebelumnya terkait tips dan trik membimbing HIMAKI. "Kami juga sering minta pendapat dengan dosen-dosen pembimbing HIMAKI tahun lalu, yah sekedar tanya-tanya lah tips-triknya menghadapi sekelas mahasiswa dalam sebuah organisasi itu seperti apa.", lanjut Bu Dini Rohmawati.

Menurut pengamatan mereka masih banyak yang harus di benahi dalam HIMAKI itu sendiri atau minimal kepanitiaan yang HIMAKI bentuk dalam sebuah kegiatan. Misalnya saja tentang koordinasi untuk membangun komunikasi yang baik. Karena koordinasi merupakan sesuatu yang sangat vital. Hal ini dimaklumi beliau-beliau karena memang kita dalam proses belajar, karena secara umumpun kebanyakan mahasiswa itu lebih banyak berbicara dan sedikit tindakan. "Memang kebanyakan mahasiswa itu lebih banyak berbicaranya daripada tindakannya dan pandangan ini yang harusnya diubah oleh mereka sendiri dengan bekerja maksimal.", ucap Bu Dini Rohmawati dengan tegas.

Bicara soal organisasi mereka berdua memiliki pengalaman yang berbeda loh sobat, jika Bu Dini Rohmawati yang sering aktif ikut organisasi dan kepanitiaan hingga ke perguruan tinggi, lain halnya dengan Bu Isti Yunita yang kurang begitu aktif organisasi di perguruan tinggi. "Kalau ditanya pengalaman organisasi kalian jangan tiru saya ya, tiru Bu Dini saja, saya dulu memang kurang begitu aktif ikut organisasi karena pikir saya dulu kalau ikut organisasi itu pasti lulusnya lama.", jawab Bu Isti Yunita sambil tertawa ringan. Namun Bu Isti memberikan arahan bahwa sebenarnya ikut organisasi itu banyak manfaatnya, karena itu akan di tanyakan ketika melamar pekerjaan dan bisa melatih koordinasi serta menyatukan ego dari banyak orang.

Mereka juga berharap untuk HIMAKI 2014 ini dan kedepannya untuk terus berkarya, jangan pernah takut mengevaluasi kesalahan, terus belajar dari pengalaman para pendahulunya dan tetap semangat. (Famryl/Lilin)

Minggu, 21 April 2013

Kaprodi Kimia


Buletin edisi kali menghadirkan sosok salah seorang dosen yang baru-baru ini mendapat gelar baru sebagai Guru Besar. Siapa dia?
Baru-baru ini Kaprodi Kimia kita, Prof. Dr. Endang Widjajanti LFX dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kimia Fisika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta. Beliau memaparkan pidato pengukuhannya yang berjudul “Peran Proses Kimia Permukaan Dalam Kehidupan Sehari–Hari” yang disampaikan di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Negeri Yogyakarta pada hari Senin tanggal 18 Maret 2013 lalu.
Lahir di Semarang, pada 3 Desember 1962  dan memulai pendidikan formalnya di Sekolah Dasar Regina Pacis, salah satu sekolah swasta yang terletak di Semarang. Beliau menghabiskan  masa remajanya di SMP Maria Goretti dan SMA Sedes Sapientiae kemudian melanjutkan pendidikan sarjananya pada Jurusan Pendidikan Kimia IKIP Semarang, tahun 1985. Beliau salah seorang yang begitu bersemangat untuk menyelesaikan pendidikan hingga ke tingkat atas. Pendidikan Megister Kimia (S2) kemudian diraihnya di ITB Bandung pada tahun 1992, sebelum akhirnya meraih gelar Doktor Kimia Fisika dan Analitik di Universitas Paris VI, Prancis, pada tahun 2001.
Berbagai bentuk piagam  pengahargaan diraih oleh Ibu dari satu anak ini, salah satunya adalah penghargaan dari AFIDES Prancis sebagai Peneliti Terbaik di Prancis (Prix Mahar Schuzenberger).
Tidak hanya berkutat dengan bidang kepenelitian saja, beliau juga aktif dalam bentuk pengabdian pada masyarakat, diantaranya pernah menjadi Pelatih Keterampilan Mempersiapkan Praktikum bagi laboran Kimia SMU di DIY pada tahun 2004, menjadi Pembina bagi Guru Pembina Olimpiade Kimia SMA/MA se DIY  dan juga bergerak dalam kegiatan perintisan kerjasama dengan Industri dalam rangka Pengembangan Wisata Kampus. Pada tahun 2006 beliau menjadi Pelatih Penyusunan LKS bagi Mata Pelajaran IlmuKimia SMP dan SMA. Tahun 2007 menjadi Pelatih / Pembina pada Kegiatan Pemberdayaan Siswa-siswa SMA di Kabupaten Sleman untuk mengikuti Olimpiade Kimia. Pada tahun 2008 menjadi Perancang pada kegiatan Rancang Bangun Instalasi Pengolah Limbah Cair Industri Elektroplating. Dan pada tahun 2010 melaksanakan kegiatan PPm dengan judul “Pelatihan Pembelajaran IPA Berbasis Teknologi Informatika bagi Guru IPA Sekolah Menengah Pertama” , dan di tahun berikutnya dengan judul “Adaptasi Kurikulum Kimia SMA Bertaraf Internasional terhadap Kurikulum Negara OECD.”
Dosen Kimia Fisika yang juga menjabat sebagai Kaprodi Kimia FMIPA UNY ini mulai serius menjalani proses menjadi Guru Besar sejak Juni 2012. Ditemui di ruangannya beberapa hari yang lalu, beliau bercerita sedikit mengenai pengalaman barunya sebagai senat. Tugas seorang senat adalah membuat kebijakan, memberi usulan kepada rektor tentang tata pelaksanaan dan sebagainya.  Menjadi seorang senat sebenarnya bukan tujuan dari beliau, tapi di UNY seorang Guru Besar akan disematkan amanah secara ototmatis menjadi seorang senat. Niat yang paling mendasar dari beliau adalah ingin memperbaiki penelitian, sistem maupun  proyek dalam penelitian agar bisa memanfaatkan dana yang lebih banyak.
Beliau termasuk sosok yang ingin selalu berkembang, satu hal yang menjadi prinsip bagi beliau  adalah “apa yang memungkinkan untuk diraih, berusahalah untuk meraihnya”. Berjalan normal sebagaimana kebanyakan orang lain, namun tetap totalitas untuk menjadi yang lebih baik. 

Sabtu, 09 April 2011

Siti Marwati M.Si

Salam kimia !

Teman-teman, pembaca yang budiman, pada kesempatan kali ini kita akan mengurai tentang sosok seorang dosen yang memiliki senyum manis ,dia adalah ibu Siti Marwati M.Si. Ibu yang akrab di panggil Bu Wati ,Ibu Wati merupakan alumni dari S1 Kimia Analisis UGM dan S2 Elektrokimia. Tidak mengherankan  di jurusan pendidikan kimia Ibu Wati mengajar mata kuliah kimia analisis dan kimia fisika.

Alhamdulilah Bu Wati kali ini diamanahi menjadi pembimbing Himaki Kimia di tahun 2010, bersama Ibu Antuni Wiyarsi M.Sc . Berbicara tentang Himaki, Ibu Wati sendiri menilai bahwa Himaki Kimia sudah memiliki program kerja yang cukup bagus ,dan variatif yang dapat mendukung perkembangan mahasiswa dalam bidang akademik dan non-akademik seperti Chemistry Sains Club d.l.l

Sedikit wejangan dari Ibu Wati untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia pada khususnya dan seluruh mahasisiwa pada umumnya,sebagia tips ’n trik dalam belajar. Ada Beberapa mata kuliah yang memang  membutuhkan keefektifan belajar lebih seperti mata kuliah kimia fisika dan kimia analisis kuantitatif, untuk mengefektifkannya bisa dengan membentuk komunitas belajar, dimana dalam komunitas ini akan menjadi media berbagi ilmu dan bagi mahasiswa yang memang menguasai materi diharap tidak pelit dalam berbagi ilmunya tetapi digaris bawahi hanya untuk belajar kelompok, bukan saat ujian. Ini akan menjadi indikator seberapa kemampuan kita untuk mengajar dan sangat bermanfaat dalam mencari pekerjaan dan mengasah alam bawah sadar kita. Tentang ujian Ibu Wati berharap semoga Allah SWT akan memberi kemudahan pada kita dalam melaksanakannya. Harapan beliau bagi mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada orientasi nilai tapi pada kejujuran. Karena sesungguhnya yang bernilai adalah suatu prosesnya bukan mutlak pada hasilnya. Mahasiswa kimia harus semangat dan jujur ujian karena itu adalah bukti tanggung jawab kita pada orang tua bukan hanya sebatas pada orientasi nilai.

Itulah sepatah kata dari Ibu Wati, pembimbing Himaki 2010 teruntuk Mahasiswa Kimia dan Mahasiswa pada umumnya. Tetap semangat dalam mengerjakan ujian, salam sukses untuk semua.

 
(Lia)