Departemen Jurnalistik Himpunan Mahasiswa Kimia UNY Periode 2014

Inspirasimu, Inspirasiku, Untuk HIMAKI, Kita Berkarya

Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Mei 2014

Hal Sederhana yang Membuat Orang Tua Bahagia

1. Bangun Pagi 


Jika sobat bertanya kenapa harus bangun pagi ? Pernah dengarkan pepatah tua bilang "Kalau bangun siang rezekinya bisa dipatok ayam", mungkin hal itulah yang membuat orang tua kita jengkel ketika anaknya masih tertidur lelap padahal waktu sudah siang. Selain bangun pagi ini buat orang tua kita senang, bangun pagi juga kan banyak manfaatnya loh sobat. 

2. Rapi


Rapi disini bukan berarti rapi dalam berpenampilan, yang dimaksud itu kamar tidur yang rapi. Selain enak dipandang sama orang tua kita, pasti membuat lebih nyaman kan.

3. Membantu Pekerjaan Orang Tua


Dikala hari libur atau waktu senggang cobalah untuk menyempatkan diri kita buat bantu orang tua. Mulai dari cuci piring, ngepel, nyapu, siram tanaman, bantu kerjaan kantor, dsb. Wuiss, pasti orang tua kita seneng deh. Gak percaya ? Buktikan dan lihat ekspresi wajah mereka ! :D

4. Cium Tangan + Pamitan


Lestarikan budaya sobat. Budaya cium tangan itu kalau di cermati luar biasa banget deh. Dulu waktu kecil kita biasa kalau mau pergi sekolah, atau main cium tangan dulu, pamitan, ya mudah-mudahan sobat sampai sekarang masih ya melakukan itu. Amin. Walaupun sekarang terlihat hampir punah :(

5. Rukun Dengan Saudara Kandung


Penting banget nih sobat, selain gak buat orang tua kita stres karena kita sering bertengkar terus sama kakak atau adik kita, ini juga bermanfaat untuk menjalin persaudaraan yang lebih harmonis. Hayoo,, siapa yang punya pengalaman ribut terus sama kakak atau adiknya (termasuk admin -_-). Biasanya penyebab terjadinya keributan pasti rebutan sesuatu. Jangan diulangi lagi ya sobat. Hehe

6. Rajin Ibadah


Nih, orang tua paling seneng banget kalau anaknya rajin ibadahnya. Tuhan aja seneng kok ngeliat umatnya rajin ibadah, apalagi orang tua kita ? 

7. Taat + Nurut


Ini bagus juga nih, bagi sobat yang selalu taat dan nurut sama orang tua. Selain sudah melaksanakan kebaikan dari sang pencipta, ini juga bekal ketika kita udah terjun ke dunia pekerjaan, kan harus nurut dong sama atasan :) (kecuali kalau nyebelin atasannya beda lagi sih haha :D kalo sama orang tua jangan)

8. Tahu Diri


Tahu diri disini dalam artian kita tahu bagaimana kondisi keluarga kita, kita itu siapa ? Contoh : tahu tentang pekerjaan orang tua kita, penghasilannya, kondisi ekonomi, dsb. Jadi kalau bisa kita jangan dibiasakan terlalu sering menuntut, kecuali kalau untuk ke arah kebaikan seperti untuk pendidikan, buat mengggali bakat, dsb. Orang tua pasti akan mengerti untuk hal itu.

9. Home Sweet Home


Orang tua gak suka kalau anaknya keluyuran terus apalagi kalau malam hari, sebab buat orang tua kita khawatir dan cemas. Kan kita gak tahu apa yang teradi diluar sana pada diri kita. So, jangan buat orang tua kita cemas ya. Apalagi zaman udah gila nih, pergaulan juga udah bebas. Jadi sering-sering deh buat pulang kerumah, dan jangan lupa kabari orang tua terus. 

10. Minta Maaf


Ini dia, software paling penting dari nomor 1 - 10, tetapi paling susah untuk diterapkan. Dijamin kalau kita minta maaf setelah kita melakukan sesuatu yang salah, orang tua kita pasti senang dan terharu bahkan nangis :(. Pernah baca juga kalau "sebanyak apapun kesalahan orang tua, masih lebih banyak kesalahan anak". Ada baiknya kita selalu minta maaf kepada orang tua kita ketika kita berbuat kesalahan. Karena kenapa ? Karena mereka yang udah melahirkan kita, membesarkan kita, karena mereka kita tahu pembelajaran hidup, karena doa mereka kita bisa sukses. (Famryl)

Dikutip dari : digali

KAYA DAN MISKIN

Hai sobat e-Magz, ada satu kisah yang sangat menarik. Kisah ini dapat kita gunakan untuk refleksi, bahwa kaya uang bukanlah segalanya. Simak kisahnya.


Suatu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya raya membawa anaknya dalam suatu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang bagi sang ayah adalah rumah dari satu keluarga yang amat miskin.

Setelah kembali dari perjalanan mereka, sang ayah bertanya kepada anaknya:

"Bagaimana perjalanannya nak?"

"Benar-benar hebat, yah. Luar biasa."

"Jadi, kamu sekarang sudah lihat, betapa miskinnya orang-orang di negeri itu hidup?" sang ayah bertanya.

"Tentu saja, ayah." jawab si anak.

Sang ayah kemudian bertanya lagi kepada anaknya, "Sekarang, coba kamu ceritakan apa yang bisa kamu pelajari dari perjalanan itu," kata sang ayah.

Beginilah jawaban sang anak kepada ayahnya:
"Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka memiliki empat anjing.

Kita punya kolam renang yang panjangnya hingga pertengahan taman kita, tapi mereka punya sungai yang tidak ada ujungnya.

Kita memiliki lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.

Teras tempat kita duduk membentang hingga halaman depan, sedangkan teras mereka adalah horizon yang sungguh sangat luas.

Kita punya tanah tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.

Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.

Kita membeli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan mereka sendiri.

Kita punya tembok di sekeliling rumah untuk melindungi kita dari ancaman bahaya, sedangkan mereka mempunyai teman-teman untuk melindungi mereka."

Sang ayah hanya biasa terdiam mendengar jawaban anaknya.

"Ayah, terima kasih sudah mengajarkan padaku, bahwa sesungguhnya betapa miskinnya kita ini."

Silahkan anda refleksikan menurut cara pandang masing-masing kisah tersebut.

Sumber : kisahinspirasi

Kisah Inspiratif Seorang Down Syndrome

Johnny usianya sekira 20-an tahun, bekerja sebagai pengemas barang di samping kasir  di sebuah toko ritel besar yang lesu penjualannya. Yang membuat Johnny tampak berbeda dari pegawai lainnya, ia pengidap down syndrome.

Suatu kali ia mendengar ceramah motivasi seorang ahli pemasaran di radio, Barbara Glanz. “Pikirkan tentang sesuatu yang bisa kalian berikan pada pelanggan dan membuat mereka merasa spesial sehingga mereka terdorong untuk datang lagi,” ujar Barbara.


Entah bagaimana, Johnny tertarik pada ceramah itu. Ia ingin memberikan sesuatu yang spesial pada para pelanggannya, namun apa? Ia sempat menelepon Barbara dan mengatakan tertarik pada ceramahnya namun ia tak bisa mewujudkannya karena ia hanya seorang down syndrome.

Hingga suatu hari terlontar ide untuk membuat catatan Renungan harian - Thought for the Day, yang berisi kalimat motivasi yang sederhana namun menyentuh yang ingin ia bagikan pada para pelanggannya.

Johnny meminta bantuan ayahnya untuk mengetikkannya di komputer dan mencetaknya menjadi beberapa kopi. Setiap potongan kecil hasil perenungan hariannya itu ia beri nama dirinya di belakangnya dan ucapan, “Terima Kasih Telah Berbelanja di Tempat Kami”. Hasil cetakan itu ia bawa ke tempat kerjanya.

Aksi Johnny pun dimulai. Setiap kali selesai mengemas, Johnny menyisipkan satu Thought for the Day bagi tiap pelanggannya yang membayar di meja kasir tempatnya bertugas. 

Sebulan kemudian manajernya melihat keanehan. Antrean pelanggan di kasir tempat Johnny bertugas panjangnya tiga kali dari kasir lain. Lazimnya toko ritel, selalu ada beberapa meja kasir. 

Sang manajer pun meminta para pelangan itu itu mengisi barisan sebelahnya agar lebih cepat terlayani. Uniknya, mereka bukannya mengikuti saran itu, mereka malah serempak mengatakan, “Tak apa-apa, kami rela mengantre, yang penting dapat ‘Thought for the Day ‘dari Johnny,” katanya.

Yang membuat si manajer tersentuh, banyak pelanggannya yang mengaku, biasanya mereka datang belanja di situ seminggu sekali. Namun supaya mendapat Thought for the Day setiap hari, belanjanya jadi tiap hari. Belum lagi mereka yang merekomendasikan teman-teman mereka untuk belanja di situ agar mendapatkan Thought of the Day dari Johnny juga.

Gerai ritel itupun jadi ramai. Bahkan divisi pemasaran bunga yang semula hampir bangkrut bisa kembali hidup karena ide cemerlang Johnny yang adalah seorang down syndrome.

Wow, begitu inspratif bukan sobat E-Magz :)