Departemen Jurnalistik Himpunan Mahasiswa Kimia UNY Periode 2014

Inspirasimu, Inspirasiku, Untuk HIMAKI, Kita Berkarya

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juni 2014

Kita Bisa

Sekokoh pohon yang berakar dalam
Seindah bunga mawar yang mekar bersama
Apakah itu yang kau harapkan?
Ataukah hanya angan-angan semu tak bermakna?
terbesit pikiran untuk putus

Namun aku yakin kita bisa bersama
Bisa kokoh dan bisa indah
Seharian tlah kita lalui bersama
Dan malam ini kita harus berusaha
Untuk menatap hari esok yang lebih cerah

Berusaha untuk kita bersama
Berusaha untuk kita yang lebih baik
Berusaha untuk lebih kokoh dan lebih indah
Karena kita bisa jika berusaha

(Putranto Setyawan)

Kamis, 17 Oktober 2013

Puisi Juara 2 Lomba Cerpen-Puisi se-UNY


Petuah Seorang Tua
Avesina Wisda Burhana

Seorang tua di depan mengoceh tentang etimologi, valensi, leksikologi, konjungsi
dan lain-lain yang susah dieja, lantas menghadiahi kami pertanyaan sama
karnanya selalu berhasil membuat kami terlihat bodoh

kawan-kawan pun manggut-manggut kecut
selain menahan kantuk dari sarapan tanpa gizi

Seorang tua berjanggut putih masih melantur
sebelum zaman kembali mengubur kata-kata
dan menanti datangnya Mesias
sedang kita rindu puisi
yang membuat seorang jatuh cinta pada penyair


Karangmalang, Mei 2013

Puisi Juara 1 Lomba Cerpen-Puisi se-UNY


Ziarah Sebuah Sunyi

/1/
Ini malam menuju tengah, kembali kau pada beranda rumah dalam dada setelah kau patahkan
Kunci-kunci gerbang pintunya. Kau pulang dengan kencana, seikat embun dan setakat api dalam genggammu yang tidak bergemelotak lagi baranya.
Dan tiba-tiba kau masuk menerobos kebun-kebun dalam diriku yang telah gersang. Kau tebar seikat embun, kau tanam setakat api itu dengan tangan-tangan keraguan. Dan aku masih terlelap terinjak sunyo yang bersidekap (atau barangkali mati?).
Wahai! Lihatlah, lihatlah semua yang kau tanam, segala yang kau tebar, menjulang langit ‘nusuk cakrawala jiwa. Menjelma pepohon nestapa.


/2/
Sebab itu kuamsalkan semua dengan sederet tanya:
“Mengapa hanya dapat jumpa dan mencinta kita pada maya dan rerimbunan kata, sedang udara di langit masih leluasa meniupkan badai di sela-sela cemara dalam dada?”
“Dan pula untuk apa kau menyulutku kembali dengan api rindu, jika hanya akan membakar dirimu diriku menjadi abu?”
Lalu kau jawab semua dengan diam. Seperti Lintang panjer rina yang enggan meninggalkan ujung malam. Seperti derap langkah-langkah kecemasan yang datang begitu saja tanpa alasan.
Maka aku pun demikian adanya, sebelum kulipat kau dan kusisipkan di sela-sela bait sajak yang terukir ini hari. Hingga sempurnalah sudah segala sunyiku.

2013
Reddy Suzayzt

Senin, 07 Januari 2013

Izinkan aku bertanya sesuatu.


Jika seseorang berdoa meminta kesabaran,
kau pikir Allah akan memberikan kesabaran?
Atau apakah Dia memberi mereka
kesempatan untuk bersabar?

Jika mereka berdoa meminta keberanian,
apa Allah memberikan mereka keberanian?
Atau apakah Dia memberi mereka
kesempatan untuk menjadi berani?

Jika seseorang berdoa supaya keluarganya menjadi lebih dekat,
Kau pikir Allah memberikan mereka
perasaan hangat untuk saling melindungi?
Atau memberikan mereka kesempatan untuk saling mencintai?

Allah tidak akan mencabut ujian hingga kau sabar
Allah tidak akan menghilangkan ketakutan hingga kau berani
dan Allah tidak akan mendekatkan keluarga,
hingga kau bisa memaknai kebersamaan

Ingatlah
Bukan Allah tidak tau apa yang kita inginkan
Tapi Dia tahu apa yang kita butuhkan.
Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui

(Rendy Mardiansyah, Mahasiswa Kimia 2012)

Senin, 27 Agustus 2012

Lomba Cerpen dan Puisi

Klik untuk memperbesar

KETENTUAN LOMBA CERPEN – PUISI HIMAKI 2012

CERPEN

1. Tema : BAHAGIA ITU SEDERHANA

2. Naskah rangkap 3 + softfile

3. Karya Orisinil

4. Karya belum pernah diikutsertakan dalam lomba

5. Ketentuan halaman: kertas ukuran A4, huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5 ; jumlah halaman: 3-7, margins : 4-3-3-3.

6. Mahasiswa aktif FMIPA, menyertakan Identitas lengkap (Fotocopi KTM)

7. Peserta telah melakukan pendaftaran, melalui hima kimia atau CP yang tertera

8. Menyertakan Identitas pemilik (Nama,Prodi) pada karya

9. Sesuai Ketentuan dan Tema

PUISI

1. Tema : MENGUKIR IMPIAN

2. Naskah rangkap 3 + softfile

3. Karya Orisinil

4. Karya belum pernah diikutsertakan dalam lomba

5. Ketentuan halaman: kertas kertas A4, huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5 margins : 4-3-3-3

6. Mahasiswa aktif FMIPA, menyertakan Identitas lengkap (Fotocopi KTM)

7. Peserta telah melakukan pendaftaran, melalui hima kimia atau CP yang tertera

8. Menyertakan Identitas pemilik (Nama,Prodi) pada karya

9. Sesuai Ketentuan dan Tema

# Tanggal pengumpulan : 3 – 24 September 2012

# Keputusan juri dan panitia tidak dapat diganggu gugat

Jumat, 23 September 2011

Redup

Sinar terang itu, tak lagi nyata
Menara impian yang dulu didamba,
Perlahan rubuh tak bersisa
Roda hidup tengah bergulir ke bawah

Tapi, ini berbeda….
Di dalam sini, ada secerca harapan,
Harapan yang tak  lagi fana
Ketenangan yang nyata
Yang tak dirasa, saat sinar itu masih ada
Yang tak teraba, saat sanjungan berjuta

Aku tak butuh sanjunganmu
Tak juga butuh lambaian kagummu
Walau redup, asal dalam dekapNya

Cerita Tentang Teman

ketika malam menyapa
ku fikirkan hal yang serupa
tentang hari-hari kita bersama
tertawa,canda, hanya hilang sebentar mengisi masa.
teman, ketika kau berbicara arti dari semua ini
ku tak tahu mau menjawab apa ?
hanya rasa tersasa didada
aku tak bisa menjawab pertanyaanmu yang semalam kau ucap
hanya bisa ku tangguh jawabnya
aku berharap ,entah besok,lusa,minggu depan atau pun tahun depan kau sendiri akan tau jawabnya
yang hanya kau tau saat ini, aku juga ikut merasa atas apa yang telah engkau derita

 
(Tengku Zulfahmi)

Jumat, 29 April 2011

Disini dan Hari ini

Disini, singgasana para raja
Penguasa peradaban dalam tahtanya
Bersua dalam titahnya
Disini, sang penakluk itu berdiri
menantang laju angin, kobarkan semangat kebangkitan
Hari ini, kami disini
Meneteskan peluh untuk kehormatan bangsa
Menapak jalan tuk mencapai keagungan ilmu
Disini dan hari ini
Jiwa bersatu dengan raganya
Lekatkan cita-cita dalam langkahnya..


(galih annisa hakiki)

Kamis, 21 April 2011

saat tanya tak mampu biarkan jawab itu tahu..

dengar tak hanya yang mampu..
bisikan itu kian jelas menggema..
Lalu, apakah jawabnya nyata??
biarkan tahu itu sekedar bayang..

tak mungkin mengharap pertanda lebih..
tak mungkin juga memberi pertanda lebih...
mengalir biarlah tetap adanya..
saat tanya tak mampu biarkan jawab itu tahu...


(galih annisa hakiki)

Berlarilah

 
waktu itu terus berlari...
aku tak mampu untuk mengejarnya...
menegakkan tubuhku saja aku masih belajar...
belajar...belajar..belajar..
mengapa mulai terasa berat..mengapa masih terasa tak mampu..
mengejar waktu itu..membuat sempurna pada waktunya..
berjuang..berjuang..
menarik nafas..mencoba berlari..memompa jantung lebih cepat,,
deras..biarkan keringat itu mengalir deras...
tak perlu risau,,mulailah sekuat yang kau mampu..
hingga benar-benar kau mampu menaklukkan waktu itu,,
tenanglah..semua akan indah pada waktunya..
tenanglah....bersabarlah...
berdoalah...
mulailah berlari..kencang,,lupakan rintangan itu. . .berlari ke langit,,jemputlah impianmu...


(Galih Annisa Hakiki)

Jumat, 08 April 2011

Never Ending Chemistry

Bukan masalah jika hanya tentang titrasi
Bukan soal jika hanya mengukur laju reaksi
Bukan beban jika hanya mengurai ikatan hidroksi
Sebab hidup tak ingin habis terkorosi

Jika lakmus merah masih biru oleh basa
Tak ada kata revisi untuk setumpuk responsi
Karna oksigen masih tetap membara
Tak ada alasan untuk berkarya dengan kimia

Walau sebatas hitungan stoikiometri
Tak serumit oksidasi reduksi
Kimia memberi ruang untuk elektron hati
Bertransisi meletupkan energi dalam diri
Menjadi chemist yang tak pernah mati


(etik liswahyuningsih)

Senin, 28 Juni 2010

Terimakasih

Kepada jiwa

yang…..

Mencintai cinta

Menghargai rasa

Memperjuangkan asa

Merajut cahaya

lalu…..

terkesima

oleh-Nya


oleh : Malina Mufti Salamah