Minggu, 30 September 2012

Puisi MABA Kimia (SDP Jurnalistik)


Winarni
KimSub
Ibuku Sayang


Unsur kasih dan sayangmu
Tak bisa diurai meski dengan hidrolisis
Cinta kasihmu telah menyatu dalam hatiku
Seperti klem dan statif dalam titrasi

Kau tambahkan sedikit asam dan basa
Tuk mendapatkan
Warna siluet senja yang begitu indah
Electron kasihmu tlah mereduksi hidupku

pH hatimu tak pernah berubah
Tetap sekuat ikatan hidrogen
Bukan hanya ikatan van der walls
atau apalah namanya!
Seperti jalan yang tak pernah putus … J
Sinolewah
22 September 2012


------------------------------------------------ 

Sinolewah, 22 September 2012

Wahai jiwa yang berduka
Sesak dadamu tak kan pernah terluap
Kecuali kau berpasrah diri pada Rabb-mu
Apakah kau menyesal karena semua harap
tak terwujud?
Tidak kah kau tahu semua adalah skenario Allah?
Bukankah skenario Allah adalah yang terbaik?
Lalu, untuk apa kau berduka?

Anisa Nur Khakim
KimSub

------------------------------------------------ 






Dunia itu

Dunia itu indah
Jika kita mampu memaknainya
Dunia itu mengerti
Walaupun dipandang saat menutup mata
Dunia itu lembut
Setelah kita mampu menggenggamnya erat
Dunia itu bahagia
Karena ada kesedihan
Dunia itu…

Efi Wijayanti
PKS ‘012

Sinolewah, 22 September 2012

------------------------------------------------ 






Kebersamaan

          Di bawah hamparan langit yang luas dan dengan sinar bintang sebagai penghias kebersamaan telah terungkapkan dengan cara yang sederhana. Dengan mengelilingi api unggun, tawa senyum hadir tanpa henti. Api terus mengepul seiring dengan berakhirnya pensi pada malam itu meninggalkan abu, tapi kehangatan api unggun kebersamaaan maba dan panitia tak akan menjadi abu. Karena kebersamaan ini milik kita selamanya.

                                                                                                ^_^

Ariqah Khoirunnisa
Kim.Swa
Sinolewah, 22-09-2012
------------------------------------------------ 






Nurul Puji Astuti (Kimia)

Di sini, akhirnya aku temukan rasa syukurku
Walau letih dan lelah menyerangku selalu
Tetap tak dapat kupungkiri akan semua karuniaNya

Masih terlalu sering hati ini terpaut di kampong
Namun bahagia dan syukur menutupinya
Canda dan tawa yang hadir di hidupku kini
Pun membantuku menghilangkan rasa rindu itu


                                                                             Sinolewah
------------------------------------------------ 






Nur Halimah
P.Kim Sub
Kerinduanku

Kerinduanku yang semakin dalam padamu
Membuat hati ini menjadi tak menentu
Resah dan gelisah yang kurasakan
Namun tak ada jawaban dari keriduanku
          Kemanakah dirimu yang dulu ada di sisiku
          Yang selalu menemaniku dalam suka dan duka
Kini kau tiada lagi bersamaku
Dan kini kusendiri tanpamu
Hanya bayangmu yang menemani ku saat ini
          Diriku terasa tak berarti lagi
          Karna tiada dirimu
          Namun hanya satu yang membuatku bertahan
          Cinta di hatiku padamu takkan pudar ibu


    Sinolewah, 22 September 2012

0 comments:

Posting Komentar