
(artikel kiriman dari yulianiuny@yahoo.co.id)
Menelusuri kekreatifitasan mahasiswa memang tidak ada habisnya. Nah, ada satu lagi nih produk hasil PKMK mahasiswa FMIPA UNY yang menciptakan suatu kreatifitas produk dari hasil pemanfaatan tanaman rebung yang memiliki nilai jual tinggi. Kalau selama ini kita sering menjumpai tanaman rebung di pedesaan, kini berkat PKMK ini kita pun bisa menjumpai rebung diperkotaan dalam bentuk cemilan. Penasaran dengan hasil kreatifitas ini ? berikut ulasan singkat mengenai “Rebung Crackers”.
Rebung atau yang biasa dikenal dengan anak bambu ini memiliki kandungan senyawa utama dalam bentuk rebung mentah yaitu air sekitar 91%, kadar kalium per 100 gram adalah 553 mg, dan kandungan serat pangan 2,56 %. Disamping itu rebung mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin C serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi dan kalium. Bila dibandingkan dengan sayuran lainnya, kandungan protein, lemak dan karbohidrat pada rebung tidak berbeda jauh.
Hal ini tentu baik sekali untuk melakukan pemanfaatan dari tanaman rebung mengingat keberadaan Indonesia sebagai negara agraris yang sangat kaya dengan hasil alamnya.
Dewasa ini kita tahu dan sering menikmati sajian rebung dalam bentuk sayur-mayur. Dengan kandungan gizi dan cita rasa yang khusus, tanaman musiman ini mampu membuat para penikmatnya ketagihan dengan kekhasan rasa yang dimiliki. Lantas muncullah pemikiran bahwa rebung yang memiliki nilai gizi yang kaya akan kalium ini kenapa tidak diinovasikan menjadi suatu cemilan sehat yang bisa menjadi santapan ringan bagi masyarakat ? maka dari itu terciptalah suatu varian baru berupa cemilan ringan sejenis kripik dari tangan-tangan kecil Ade Narsa (Fisika 2011), Imam Ferly Hasan (Tekhnologi Pendidikan 2011), Yuliani (Fisika 2011), Nani Rahmah (Pendidikan Kimia 2011), dan Sukci Winanti (Kimia 2009) yang dinamai dengan “Rebung Carckers”.
Cara pembuatan rebung crackers ini cukup sederhana. Rebung crackers ini berkomposisi : rebung, tepung terigu, tepung kanji, garam, bawang putih, kapur sirih, sambal balado, dan minyak goreng. Kerenyahan dan kenikamtan citarasa dari rebung crackers ini sangat tergantung pada ketepatan dalam memilih rebung yang berkualitas, selain itu takaran yang digunakan pun harus sesuai dengan kapasitas rebung yang dibuat.
Mengenai cara dan tekhnis pembuatannya, rebung crackers ini terlebih dahulu dikupas dan diiris memanjang agar bentuk yang dihasilkan lebih menarik dibandingkan apabila rebung tersebut diiris melingkar. Perlu diperhatikan pula ketebalan irisan dari rebung, karena apabila rebung diiris terlalu tipis ukuran rebung saat digoreng akan semakin menyusut. Setelah tahap pengirisan selesai maka untuk selanjutnya rebung direndam dalam air kapur sirih sekurang-kurangnya 15 menit. Perendaman ini ditujukan agar bau amis rebung dapat hilang. Tahap selanjutnya adalah penggorengan. Rebung yang telah direndam dengan air kapur sirih tadi ditiriskan kemudian diletakkan dalam baskom kecil yang berisi campuran tepung kanji dan tepung terigu. Jangan lupa untuk memberikan hasil ulekan bawang putih dan garam dalam adonan tersebut.
Tuangkan minyak goreng secukupnya dalam wajan, dan setelah minyak tersebut panas, lakukanlah penggorengan. Masukkan adonan ke dalam wajan dan goreng hingga rebung crackers tersebut terlihat berwarna kuning kecoklatan. Hasil gorengan rebung kemudian didinginkan dan ditaburi penambah rasa balado agar cita rasa dari Rebung Crackers ini lebih nikmat.
“Sejauh ini Tim kami telah berhasil menciptakan produk makanan kreatif dari bahan dasar rebung yang yang diolah menjadi Rebung Crackers. Harga jual produk berbeda untuk setiap pendistribusian,untuk poduk yang bernetto ½ ons sebesar Rp.1500,00 dan untuk produk yang bernetto 1 ons sebesar Rp. 2000,00. Harga ini cukup ekonomis untuk produk inovatif dan bernilai jual tinggi. Bahan dasar rebung yang kami gunakan merupakan kualitas rebung yang paling baik karena jenis rebungnya memakai rebung manis. Sedangkan untuk nilai gizi produk, tim kami menghindari penggunaan pengawet makanan dan sedang dalam proses mengurus izin kelayakan makanan ke Depkes Kabupaten Sleman dan sertifikasi halal”, jelas Ade Narsa yang merupakan ketua tim PKMK pemanfaatan rebung ini.








0 comments:
Posting Komentar