Jumat, 04 November 2011

Kuncup Bunga Itu, Mekar dengan Indah

by : Ani Rahmawati
(Peserta Lomba Cerpen se-FMIPA UNY dalam rangka Dies Natalis Jurdik Kimia ke-55 Tahun)


“Aku akan menjadi seorang guru dan penulis sukses”, sebuah kalimat yang sering diucapkan oleh seorang gadis bernama Nidye Diara Wangi. Dialah aku, seorang gadis sederhana yang mendapat beasiswa kuliah di UNY. Sederhana, memang begitulah keadaan ekonomi keluargaku. Mempunyai dua orang adik yang sudah duduk di bangku SD dan SMP, ayah seorang buruh tidak tetap, dan ibu yang berjualan gorengan di pasar, tidak membuatku patah semangat untuk meraih mimpiku. Justru hal itu yang membuatku semakin bersemangat.
 
    Sebelum mendapat beasiswa, aku berkata pada ibu, ”Ibu, jika aku bisa kuliah aku akan mengenakan jilbab. Aku ingin menjadi muslimah yang sesungguhnya”. “Subhanallah… Insya Allah kamu bisa kuliah sayang. Allah tidak akan memberikan jalan untuk umatnya yang punya keinginan mulia”. Kata ibuku. Satu minggu setelah itu, ada pengumuman bahwa aku dapat beasiswa kuliah di UNY. 
 
    Jogja, pertama kalinya aku menginjakkan kaki disini. Di kota yang sudah lama ingin aku kunjungi. Tapi aku sendiri di sini, tanpa orang tua dan pendamping. Tiba-tiba ada telfon dari Femo, temanku yang ada di Jogja.


    “Assalamualaikum..” 
 
    “Waalaikumsalam.. Dye.. kamu sudah sampai di jombor?”
 
    “Iya.. kamu kok tahu aku ke jogja?”
 
“Aku diberi tahu orang tuamu. Kamu akan aku jemput. Tunggu aku di depan alfamart yang dekat dari situ.” 
 
    “Baiklah. Terimakasih. Wassalamualaikum..”
 
    “Ya. Waalaikumsalam”
 
Subahanallah pertolongan Allah datang. Aku di antar ke kosnya mbak Kurnia, keponakan guruku yang akan aku tumpangi untuk beberapa hari.
********

    Ospek… Kutemukan sosok yang aku kagumi. Salah satu panitia ospek yang cukup menarik perhatian para maba cewek. Galih Aji Saputro namanya. 
 
    “Aku ngefans sama kak Galih, aku ingin bisa dekat dengannya.” 
 
    “Ah.. mana mungkin kamu bisa dekat dengannya. Dia kan fansnya banyak. Cantik-cantik pula”, kata salah satu teman baruku di ospek.
 
Aku hanya bisa tersenyum mendengar kata-katanya.
 
    Satu bulan berlalu. Perkuliahan sudah berjalan. Siang hari setelah selesai kuliah aku mengunjungi Haska, rohisnya FMIPA UNY. 
 
    “Assalamualaikum..”
 
    “Waalaikumsalam.. Ada yang bisa saya bantu dik?” 
 
Betapa kagetnya aku,saat aku lihat yang menyambut kedatangannku adalah kak Galih.
 
    “Eh,, iya kak. Saya ingin tahu tentang haska.”
 
    “Oh.. untuk hal-hal yang menyangkut haska, adik bisa Tanya ke akhwat-akhwat haska. Tapi sekarang akhwat haska sedang tidak ada.”
 
    “Baiklah kak saya akan kembali lagi besok.”
 
    “Tunggu.. nama adik siapa dan dari prodi apa?”
 
    “Oh iy.. perkenalkan nama saya Nidye dari prodi pendidikan matematika. Nama kakak Galih kan?” 
 
    “Iya.. ko adik tahu?”
 
    “Kakak kan salah satu panitia ospek kemarin. Kakak kan terkenal di kalangan maba. Sudah dulu ya kak, Assalamualaikum.”
 
Sambil tersenyum kak Galih menjawab salamku, “Waalaikumsalam”
 
    Keesokan harinya aku ngobrol dengan kak Galih. Dia menceritakan banyak hal tentang haska dan tentang dirinya, yang membuatku semakin kagum padanya. 
 
    “Adik tahu kan dalam Islam tidak ada pacaran? Banyak cowok menginginkan gadis yang membuatnya tertarik menjadi pacar. Tapi saat kakak melihatmu pertama kali,kakak berkata dalam hati ‘kau adalah calon bidadariku di surga kelak’.”
 
Aku hanya tersenyum malu saat kak Galih mengucapkan hal itu. Di akhir pembicaraan kak Galih berpesan, “Maaf dik, jika besok-besok kakak tidak bisa menemanimu ngobrol seperti ini. Kita harus menjaga. Jika adik mencintai seseorang, cintailah dia dalam diam. Sampai kita dipertemukan dalam ikatan suci.” Setelah mengucapkan hal itu kak Galih pergi meninggalkannku. Aku masih bingung dengan ucapan kak Galih. Namun dia benar-benar menjadi inspiratorku. Dalam hati aku berkata, ”Alhamdulillah… terimakasih ya Allah yang telah mempertemukan aku dengan seseorang seperti dia, semoga setelah mengenalnya aku bisa lebih dekat denganMu ya Allah. Amin.”
 
    Aku tidak melupakan impianku untuk menjadi seorang penulis. Dengan nol pengalaman menulis, bagiku sangat sulit untuk mewujudkannya. Tapi semenjak aku sering ke haska. Optimisme muncul dalam diriku. Di sana aku mengenal orang-orang yang luar biasa. Banyak ilmu yang aku dapatkan. Terutama ilmu agama. Juga motivasi untuk belajar hanya karena Allah dan motivasi untuk menulis. Aku mulai belajar menulis. Mulai mengikuti lomba cerpen, lomba menulis kisah inspiratif, mencoba mengirim tulisan ke sebuah majalah sampai mencoba membuat karya ilmiah. 
 
    Tidak mudah menjadi seorang penulis. Dari lomba yang ku ikuti dan dari tulisan-tulisan yang ku kirim ke majalah, semuanya gagal. Tapi aku tidak menyerah. Tetap ku ikuti lomba-lomba menulis. Disaat hampir menyerah, aku ingat pada nasihat kakak-kakak haska. Harus bisa menjadi orang luar biasa jika ingin mendapatkan pendamping yang luar biasa. 
 
    Tentu saja aku tidak melupakan kuliah dan ibadahku. Impianku juga mempunyai prestasi selama kuliah sehingga bisa membanggakan kedua orang tuaku serta menjadi muslimah yang baik. Kegiatanku menulis ku lakukan di sela-sela waktu istirahatku. Setelah mengerjakan tugas kuliah aku sempatkan untuk menulis. Capek, sudah pasti kurasakan. Salah satu masalah yang aku hadapi dalam menulis adalah tidak punya laptop atau notebook. Meminjam laptop teman atau ke tempat rental, ya memang itulah yang bisa aku lakukan. 
 
    Usahaku membawa hasil. Menjadi juara 2 dari salah satu lomba yang ku ikuti, serta ada tulisanku yang dimuat di majalah. Tentu saja aku mendapat imbalan untuk semua itu. Uang hasil lomba dan dari majalah ku kumpulkan untuk membeli sebuah notebook. Resikonya, aku semakin sering menulis. Menulis kapanpun aku punya waktu. 
 
    Saat aku sedang menulis sebuah cerpen tiba-tiba ada telfon,
 
    “ Selamat pagi, apakah ini dengan saudari Nidye?”
 
    “Iya benar.. ini siapa ya?”
 
    “ Saya dari majalah Elfata. Saya mau menawarkan pada mbak nidye supaya menjadi penulis tetap di majalah kami. Apakah mbak Nidye bersedia?”
 
    “Subhanallah.. ya pak. Saya mau menjadi penulis tetap di majalah bapak.”
 
Luar biasa bahagianya aku saat menerima tawaran tersebut. Tidak lupa ku bersyukur pada Allah yang telah memberikan aku kemudahan setelah kesulitan yang aku hadapi. Ingat ku pada sebuah kalimat yang di ucapkan inspiratorku “Berlelah-lelah lah kamu sampai kelelahan itu lelah mengejarmu. Bersulit-sulitlah kamu sampai kesulitan itu sulit untuk mempersulitmu.”
 
    Benar-benar luar biasa saat yang menjadi tujuan kita adalah Allah,kita akan mendapatkan lebih dari apa yang kita mau. Selalu aku berusaha untuk melakukan sesuatu hanya untuk mencari ridha Allah. Itulah salah satu nasihat inspiratorku.
 
    Empat tahun berlalu, aku telah menjadi penulis yang sesungguhnya. Banyak kejuaraan yang aku raih dari lomba menulis yang aku ikuti. Prestasi yang gemilang pun aku dapatkan. Kejutan besar bagiku setelah menyelesaikan skripsi, sebelum wisuda aku dilamar oleh inspiratorku, Galih Aji Saputro yang dulu hanya bisa aku kagumi. Tawaran pun datang untuk mengajar di SMA N 1 Bangsri, sekolah tempatku menuntut ilmu beberapa tahun yang lalu. Give thanks to Allah yang benar-benar mengabulkan semua impian yang aku tulis di buku diariku. Satu diantaranya adalah “Menikah sebelum wisuda”.
 
    Di acara wisuda, aku mewakili teman-teman memberi sambutan. Sungguh menakjubkan bagiku. Tidak hanya menjadi penulis yang hebat, aku pun menjadi mahasiswa berprestasi. Tak kuasa ku menahan air mataku saat orang tua, adik-adikku dan suamiku menatap kearah ku. Memberi senyuman kebanggaan, kebahagiaan dan keharuan. Akhir sambutan aku katakan, “ Terimakasih ayah, ibu, adik, dan suamiku yang selama ini telah memberiku semangat. Tanpa kalian aku bukanlah apa-apa. Aku sayang pada kalian.”
 
    Sekarang gadis sederhana ini, Nidye Diara Wangi telah meraih mimpinya dan menjadi muslimah yang luar biasa. Menjadi anak, kakak dan istri yang shalihah. Bagai kuncup bunga yang telah mekar dengan indah. Yang keharuman dan keindahannya menjadikan orang-orang di sekitarnya bahagia.  

~ The end ~

0 comments:

Posting Komentar