Rabu, 19 Mei 2010

Seseorang dengan Keranjang Sampahnya

Cerpen oleh Wiwid Pranata Putra.


LELAKI ITU BERNAMA RIZKY


Alhamdulillahirabbil’alamiin” ucapan syukur itu terucap dari mulut Rizky, iapun segera bangun dari tidur malamnya menuju kamar mandinya yang masih belum beratap tanpa mempedulikan suara jarum jam yang menunjukan pukul 02.30 WIB. Masih selalu terngiang ditelinganya nasehat dari ayahnya yang telah tiada “Al Muzammil”. Mulai saat itu dia tidak pernah lupa untu mengamalkannya ditambah amalan – amalan lainnya.


Azdan subuh pun berkumandang “sudah adzan rupanya, aku harus segera ke Masjid” ucapnya dalam hati sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya yang berdindingkan triplek. Begitulah aktifitas rutin yang dilakukan rizky seorang anak tunggal yang telah manjadi yatim piatu.


Waktu saat itu menunjukan pukul 05.00 WIB, Rizkypun melangkahkan kakinya menuju SMA 1 Yogyakarta tempat ia menuntut ilmu. Memang tempat Rizky bersekolah tidaklah jauh yaitu 15 menit jika ditempuh dengan sepeda motor. Akan tetapi tidak bagi Rizky dia harus berjalan kaki menuju sekolah dengan membawa sebuah keranjang sampah, ya selain menjadi pelajar Rizky juga harus bekerja untuk mencukupi kehidupannya sehari – hari karena tidak ada yang menanggung biaya sekolahnya. Mengumpulkan sampah yang masih bisa dijual adalah pilihan yang tepat baginya. Dia selalu berpikir tidak ada salahnya memungut sampah yang masih bisa dijual toh juga sudah tidak dipakai oleh pemiliknya. Sampah pun pernah mengangkat nama Rizky sebagai seorang yang berprestasi yaitu sebagai juara satu Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat SMA/K/MA se Yogyakarta.Bukan hanya prestasi yang didapat oleh Rizky, cacian, hinaan, bahkan Rizky pernah dikejar –kejar warga karena disangka kan mencuri. Semua itu dijalani Rizky dengan ikhlas karena dia berkeyakinan bahwa Allah itu maha tahu apa yang di butuhkan hambanya.


Teeeeeeeeeeeet teeeeeeeeeeeeeeeet teeeeeeeet, suara bel 3 kali itu menunjukan waktunya untuk masuk kelas. Rizky memang sudah sampai kelas tapi dia belum berpakaian seragam karena saat perjalanan dia tidak memakai seragam dengan alasan agar citra sekolahnyatidak menjadi tercemar gara – gara dia.


Baik anak – anak silahkan buka halaman 30” Bu Ida memulai pelajaran Kimia.


Tok tok tok Rizkypun masuk mandekati Bu Ida dan meminta ijin untuk masuk “maaf bu saya terlambat, boleh saya mengikuti pelajaran ini”


Tumben kamu terlambat, sudah 15 menit lagi. Memangnya kamu kenapa kok bisa terlambat: tanya Bu Ida


Masak Ibu ga tau kan tadi di jalan banyak sampah yang bisa dijual bu, jadi dia keayikan dengan sampah itu bu, trus dia lupa sekolah. Hahahahahahahah “ suara sahutan Tyas memcah keheningan kelas


Maaf bu apa yang dkatakan Tyas tidak salah juga bu tetapi bukan karena hal itu saya terlambat, tadi dijalan ada seorang anak kecil yang menagnis di perempatan. Ketika saya bertanya kenapa dia menangis ? diapun menjawab kalau dia lapar. Akhirnya saya memutuskan untuk membelikan dia makanan bu” jawab Rizky sejujur – jujurnya


Ya ibu mengerti, silahkan duduk” Perintah bu Ida pun langsung di laksanakan oleh Rizky dengan senyum lega. Saat berjalan menuju kursinya dipun mendengar Tyas berkata “ dasar orang sok, sudah miskin sok sedekah lagi” mendengar itupun Rizky tidak menggubrisnya


Teeeeeet teeeeeet “ tanda itupun menunjukan kalau waktu istirahat sudah tiba. Semua siswa pun langsung menuju tempat favorit mereka. Ada yang keperpus, kantin hanya Rizky dan Yogo yang tinggal dikelas itu.


Kamu ga tersinggung kan dengan apa yang dikatakan Tyas?” Yogopun memulai pembicaraan


Kenapa aku harus tersinggung dengan perkataan Tyas? Apa yang dikatakan Tyas itu juga tidak salah, aku memang miskin, makankupun juga hanya bergantung pada tempat sampah para warga. Jadi tidak ada alasan untuk aku untuk marah” Jawab Rizky


Memang tidak salah aku berteman dengan kamu, orang yang sabar , murah senyum , pinter lagi” Sanjung Yogo


Bukankah orang disebelahku juga seperti itu” Rizky tidak mau kalah menyanjung sahabatnya


Oya riz km udah tau belum kalau ada seleksi olimpiade tingkat propinsi?” Tanya Rizky


Ya aku tau, tapi aku minder saingannya kan berat – berat” Rizky menjawab dengan lemas


Kamu harus ikut Riz aku yakin kalau kamu pasti bisa mewakili Yogyakarta untuk maju ke Olimpiade tingkat nasional toh masih ada waktu 1 bulan lagi kan” Yogo memantapkan sahabatnya


Teeeeeet teeeeeeeeeeeet teeeeeeet. Tanda itu menunjukan siswa harus kembali kekelas. Tiba – tiba masuklah seoranng bapak – bapak berpostur tegap dia adalah Guru Kimia di SMA itu


Anak – anak bapak mohon untuk nama – nama yang bapak bacakan untuk persiapan belajar lebih intensif karena kalian akan sekolah ikutkan olimpiade tingkat propinsi” Pak Ahmad pun lalu membacakan 5 nama yang akan diikutkan olimpiade


Tyas P, Yogo D. P., Rizky S. Eko W., Bagus S. Silahkan nama – nama tersebut untuk mengikuti olimpiade 1 bulan lagi, masalah keberangkatan kalian bisa langsung ke lokasi ataupun kmpul disekolah” Tambah Pak Ahmad


Bersambung……………

0 comments:

Posting Komentar